Selasa, 13 November 2007

Solusi Bila tidak berpuasa?

Solusi Bila tidak berpuasa?


[cover thumbnail]


http://www.allvoices.com/contributed-news/3734380-solusi-bila-tidak-berpuasa

Bagi penulis, puasa versi agamis tidak diperlukan, tetapi diet itu harus dan
olah raga bila ingin kurus untuk saat ini, bagaimana solusinya bila tidak
berpuasa?, sebaiknya kita analisa sisi negative dan analisa puasa bila
dilakukan:

1. Terganggu pertumbuhannya bila dilakukan dalam masa pertumbuhan,
seharus menjadi anak yang kuat dan tinggi, lalu menjadi anak yang
pendek dan loyo.

Tetapi pendek bukan saja disebabkan karena puasa, karena genetik
juga?

Benar, tetapi dengan tanpa puasa, dia bisa tumbuh secara maksimal
tanpa terganggu. coba lihat pohon palm, pada saat musim kering, per-
tumbuhan mereka terganggu, persis seperti itu juga manusia.

2. Membuat sakit Maag, yaitu tubuh kita menjadi tidak teratur pola makan-
nya, hal ini disebabkan pola makan yang berubah, hingga untuk menu-
tupi kekurangan ini, manusia memerlukan konsumsi obat maag.

Bukankah maag tidak hanya disebabkan karena puasa?, benar, tetapi
puasa akan membuat “prosentase lebih tinggi” terkena maag.

3. Puasa membuat mulut bau, jelas sekali bukan. Perut yang kosong akan
membuat pembuatan asam lambung yang tinggi yang membuat maag
dan juga asam ini keluar dari mulut hingga menyebabkan bau tak sedap.

Bau mulut yang tidak sedap, mengganggu pergaulan dan membuat
minder.

4. Puasa baik untuk kesehatan! benar, tetapi tidak terus menerus. Dokter
bila akan mengoperasi pasiennya disuruh puasa sehari sebelumnya agar
badan setelah dioperasi cenderung untuk bergairah makan dan memper-
cepat proses perbaikan tubuh karena nafsu makannya besar.

Tetapi kalau sampai puasa berhari-hari, tubuh akan loyo dan sakit,
karena dehidrasi dan kekurangan zat makanan, protein, mineral, vitamin
dan zat-zat lain yang diperlukan bila ada.

Puasa memberi tubuh kita istirahat setelah satu tahun bergerak terus.
Tidak perlu puasapun tubuh kita selalu dan perlu istirahat, siang bekerja
dan malam istirahat bahkan kalau badan capek, siangpun harus
istirahat, dan puasa tidak diperlukan untuk alasan yang mengada-ada
ini.

5. Puasa menambah konsentrasi dan kesabaran! Puasa tidak menambah
konsentrasi pada sesuatu, tubuh lemah dan memang berkonsentrasi tapi
pada makanan dan minuman.

Kesabaran bukan karena puasa, karena memahami bahwa amarah itu
buruk bagi diri sendiri dan orang lain, tidak memerlukan puasa untuk
kesabaran ini.

6. Puasa tidak universal, sebab orang yang menciptakan puasa ada di
daerah kurang lebih sejajar dengan garis khatulistiwa, hingga saat imsak
dan saat buka puasa yang ditandai oleh suara adzan kurang lebih sama.

Tetapi menjadi berbeda di belahan bumi yang jauh dari garis khayal
khatulistiwa hingga ada kemungkinan siang harinya lebih panjang dan
malam harinya lebih pendek, atau bisa juga siang harinya lebih pendek
dan malam harinya lebih panjang.

Hal ini tentu saja membuat puasa menjadi dipertanyakan “apakah dari
Tuhan?”, sebab acuan puasa bukan berdasarkan “durasi lamanya” tetapi
dimulai saat imsak dan diakhiri saat adzan maghrib.

Lalu yang berbuka puasa tidak dengan adzan maghrib tapi dengan
beduk maghrib bagaimana? Jadi selama ini puasanya tidak sah menurut
pengertian tersebut?.

7. Puasa menambah ibadah dan rahmat! kalau masalah ini terserah kita
sendiri, tetapi tubuh yang “sehat” adalah kondisi yang harus diper-
tahankan atau sehat adalah anugrah tertinggi dari Tuhan, bukannya
malah membuat tubuh “sakit”.

Rahmat? mungkin iya mungkin tidak, rahmat bila memang sebab harga-
harga makanan dan barang-barang lain bisa dinaikkan bagi pedagang?

Bagi pembeli apakah rahmat? dibulan puasa pengeluaran biaya tambah
tinggi bukannya tambah hemat, apakah rahmat?.

Bisa iya bisa tidak, tetapi yang jelas banyak faktor ibadah keagamaan
hanya karena faktor bisnis saja (^_^).

8. Puasa membuat kita peka pada apa yang terjadi dengan orang miskin!.
Benar, tetapi juga bisa tidak benar, kita pernah merasakan apa arti lapar
itu dan apa arti tidak punya itu. Bagi orang yang berkecukupan kan tidak
pernah tahu apa itu lapar?.
Ah yang bener, mereka lapar makannya mereka makan. Makan Itu
sudah kebutuhan alami.

Peduli pada orang miskin bukan berarti harus puasa, itu muncul karena
“Care to others”, kemanusiaan atau peduli sama orang lain. Non muslim-
pun bila terjadi bencana juga peduli, dengan membantu yang tertimpa
musibah dan juga peduli dengan orang miskin dengan banyaknya
yayasan untuk membantu orang miskin.

9. Setelah berpuasa satu bulan penuh, maka tujuannya ada hari raya. Hari
raya tidak perlu ada puasa, ada hari raya galungan, hari raya kuningan,
hari raya natal, lalu ada juga hari raya orang yang tidak beragama dan
tidak bertuhan yaitu hari raya “tahun baru” dimana dirayakan diseluruh
permukaan bumi walaupun beda selisih waktu karena siang dan malam,
semua agama juga merayakannya (^_^).

Adanya hari Raya setelah puasa agar kita kembali fitrah tidak ada dosa
kepada lainnya, hingga tahun depan berikutnya!. Kembali fitrah kok
menunggu setahun?

Kan bisa tiap hari fitrah, dengan tidak mencelakakan yang lain, dengan
tidak membuat kesal yang lain, dengan tidak merugikan orang lain,
dengan tidak melanggar hukum Negara yang pro hak asasi manusia,
dengan tidak memaksakan kehendak dan pendapat ke orang lain!.

Bisakah?. Tentu saja bisa, dan tidak perlu menunggu setahun! Bagai-
mana kalau orang yang akan kita mintai maaf itu meninggal dunia dan
kita tidak tahu?. Termaafkankah kesalahan kita padanya? Kan tidak!

10. Di tiap bulan puasa ada “Lailatul Qodar”, “Lailatul Qodar” adalah istilah
bila kita “merenung” atau mendapatkan “hidayah” atau “pencerahan” dan
biasanya malam hari, padahal tidak harus, merenung bisa kapan saja,
tidak harus juga bulan puasa, merenung tentang kebijaksanaan, tentang
kehidupan dan akhirnya bila kita sudah mencapai tahap kebijaksanaan
maka kita akan mendapatkannya, apa itu?

“Kemanusiaan” sinar kemanusiaan, yang mengerti bahwa tujuan hidup
adalah bertahan hidup, dan menolong orang lain untuk hidup, dan tidak
merugikan orang lain dengan alasan “Tuhan dan agama” kita!.

Kalau kita sudah mendapatkan “nilai kemanusiaan ini” maka kebijaksa-
naan kita “lebih besar dari seribu bulan”, itu istilah salah satu aliran
agama yang ada, sebab dibulan-bulan berikutnya sampai akhir hidup
kita, kita akan selalu mengangkat “hak asasi manusia dan kemanusiaan
yang tinggi”
Apapun agama dan kepercayaan orang itu tidak masalah! Dan tidak
perlu menunggu bulan puasa untuk “mendapatkan sinar kemanusiaan
ini!”.

Solusi pengganti puasa lalu apa?

Diet, diet adalah jawabannya, dengan makan sedikit dengan banyak
minum air tetapi jangan berlebihan juga, agar menggantikan makanan
hingga tidak terlalu banyak bagi tubuh yang gendut, disebut dengan
nama pola makan Diet Kurus. Diet Gemuk untuk orang yang kurus agar
tubuhnya berisi dan tidak hanya tulang dibalut kulit.

Manusia susunan tubuhnya adalah Omnivore, bukan Carnivore, juga
bukan Herbivore. Hingga bila makan tumbuhan saja, maka cepat atau
lambat ada bagian tubuh yang tidak berjalan sebagaimana mestinya,
karena ada protein hewani yang tidak terpenuhi.

Hingga diet hanya memakan tumbuhan saja, bukanlah langkah yang
bijak, karena protein hewani bisa didapat dari berbagai jenis ikan, berbagai
macam telor yang bisa dikonsumsi, berbagai jenis unggas, intinya
mengkonsumsi daging yang tidak berwarna merah seperti daging sapi,
misalnya.

Disisi lain, bila kita menilik asal kata dari Breakfast, break artinya berbuka
dan fast adalah puasa. Fasting (puasa) berawal dari menghentikan
makan sore hari sekitar pukul 6 sore dan tidak makan sampai esok
harinya sekitar 8-12 jam, yaitu misalnya sampai pukul 6 pagi lagi, lalu
kita bisa berbuka puasa (breakfast) dipagi hari dari situ terlihat bahwa
puasa tidak harus dilakukan dari pagi sampai sore, tetapi dapat dibalik
dari sore sampai pagi (^_^).

michael

1 komentar:

revi mengatakan...

saudara angel, pemikiran anda memang brilian anda mempunyai tubuh yang bagus, pendidikan yang bagus dan cara berpikir yang bagus, semua itu berasal dari unsur makanan, minuman dan nafas, ketiga unsur ini bisa membuat orang menjadi hidup, sehat, berpikiran baik dan jenius, tetapi ketiga unsur ini bisa membuat orang menjadi sifat buruk, tidak sehat, kurang gizi dan sebagaimana, lalu untuk apa puasa ini, puasa ini adalah untuk membersihkan diri dari keburukan yang telah di adobsi dari cara makan, minum dan nafas yang tidak pernah bersyukur sehingga menjadi effek yang tidak baik di dalam diri, maka di perlukan puasa untuk melunturkan , kehitaman di dalam diri, memang banyak kesalahpahaman masayarakat islam yang mengartikan arti puasa, tetapi bukan berarti puasa tidak ada fungsi nya. puasa ini urusan manusia dan dirinya.kalau mau mencapai tingkat kesucian yang lebih tinggi, kita hebat di kehidupan sekarang adalah karena orang-orang terdahulu rajin puasa, orang2 jenius sekarang adalah hasil meditasi dan puasa dari kehidupannya yang lalu, thanks itu aja